Berikut Tanya Jawab pada sebuah forum dengan mereka yang non muslim.
Tanya :
Apakah benar agama/ajaran selain Islam itu menyesatkan ?
Syaitan percaya Allah Yang Maha Esa, namun mereka tidak mentaati perintah Allah karena mereka merasa bangga dan mulia dibandingkan manusia.
Kaum Yahudi, sesat karena mereka merasa bangga dan mulia dengan bangsa mereka (ras) dan kelebihan yang diberikan Allah yang sesungguhnya merupakan cobaan, yakni salah satunya dalam bentuk kepandaiaan (kemampuan akal).
Kaum Yahudi sangat memusuhi Nabi Isa dan berusaha untuk membunuhnya, namun Allah menyelamatkan nabi Isa dan menggantinya dengan yang menyerupai.
Selanjutnya Kaum Yahudi yang menurut kabar "bertobat ?", "melanjutkan" pengajaran Nabi Isa, dengan pengajaran yang sesuai dengan kepentingan mereka yang menyesatkan. Jadi pada akhirnya pengembalaan yang dilakukan kaum nasrani adalah upaya penyesatan manusia.
Peristiwa pembunuhan/penyaliban manusia tersebut mereka katakan sebagai upaya penebus dosa..
Dosa warisan atau turunan dalam Islam tidaklah ada. Setiap perbuatan dosa akan dibalas kepada setiap insan yang melakukannya tersebut. Tidak kepada istrinya, anaknya, cucunya, anak turunnya atau orang lain. Hal ini berdasar pada firman Allah SWT di dalam Al Qur’an surat An Najm : 36-41, yang artinya :
” Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”
Dasar yang lain pada surat Fathir ayat 18 :
“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu Tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan sembahyang. dan Barangsiapa yang mensucikan dirinya, Sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. dan kepada Allahlah kembali(mu).”
Demikian pula disebutkan dalam Qur’an surat Al An’am ayat 164, yang artinya :
“ Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”
Allah kembali berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 15 :
“ Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), Maka Sesungguhnya Dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul. “
QS Az Zumar ayat 7 :
“Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.”
Konsep dasar kaum Yahudi dalam menyesatkan manusia adalah "menciptakan" manusia seolah/sebagai Tuhan (mensekutukan) sehingga manusia yang diciptakan itu dapat memberikan firman/petunjuk yang sesuai dengan kepentingan kaum Yahudi.
Kaum Yahudi mengingkari kenabian Muhammad karena nabi Muhammad bukan berasal dari kaum mereka. Buat kaum Yahudi keputusan Allah tentang kenabian Muhammad tidak masuk akal mereka karena mereka bangga sekali dengan kemampuan akal dan ras mereka.
Sesungguhnya kaum Yahudi tahu akan kenyataan sesungguhnya namun mereka tidak mau menerima/mengingkari.
Marilah, dengan semangat kebaikan, bersegeralah masuk Islam, jangan sia-siakan kehidupan anda.
Kami kaum muslim tidak memusuhi kaum non muslim dan tidak juga memaksa kalian untuk masuk Islam. Terserah anda apakah anda akan mengikuti jalan lurus atau anda ingin mengikuti jalan mereka yang dimurkai atau mereka yang sesat ?
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nimat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. 1:7)
Dimana petunjuk kepada jalan yang lurus ?
Dengan kitab (Al-Qur'an) itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS. 5:16)
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[/b], (QS. 2:2)
Semoga teman-teman mendapatkan pertolongan Allah, dan segera terselamatkan dari jalan yang sesat.
Tanya:
Apa yg ditawarkan oleh Islam yg tidak ada pada ajaran lainnya??
Terima kasih atas pertanyaannya.
Ajaran lainnya ?
Ajaran yang mana ?
Sesungguhnya dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad , mengajarkan untuk menyembah Allah yang Maha Esa.
Firman Allah,
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (Az Zariyat 56)
Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian menjemputmu (al Hijr 99)
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Al Faatihah:5)
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. (Al Ikhlas :1)
Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu? (Al Anbiya :66)
Ajaran-ajaran lain-lain, pada akhirnya baik sengaja maupun tidak sengaja mengajak mensekutukan Allah Yang Maha Esa dengan Tuhan lain.
Memang benar dalam ajaran-ajaran lain tersebut, ada hal yang mengajarkan kebaikan, namun prinsip dasar yang dilanggar yakni "menciptakan" manusia, benda seolah/sebagai Tuhan (mensekutukan) sehingga yang diciptakan itu dapat memberikan firman/petunjuk/ilham yang sesuai dengan kepentingan/keinginan mereka.
Persis sama dengan konsep dasar kaum Yahudi dalam menyesatkan manusia adalah "menciptakan" manusia seolah/sebagai Tuhan (mensekutukan) sehingga manusia yang diciptakan itu dapat memberikan firman/petunjuk yang sesuai dengan kepentingan/keinginan kaum Yahudi.
Firman Allah,
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (Al Baqarah : 87)
Jadi kesimpulan buat apa membandingkan dengan ajaran-ajaran lainnya, karena ajaran-ajaran lain sudah jelas kesesatannya dan menjadikan manusia kafir.
“Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke dalam neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”(QS. Al-Bayyinah: 6)
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [Ali Imran:19]
Jadi marilah demi kebaikan teman-teman, kajilah Al-Qur'an dengan semangat beriman pada Allah Yang Esa
Sebaiknya anda tidaklah lagi ragu, dan jangan pula anda mensia-sia kan hidup anda pada jalan yang sesat.
Muliakanlah diri anda sebagai manusia sehingga syaitan sangat membencinya.
Prinsipnya adalah jikalau manusia yang membenci anda yang telah mulia dalam Islam maka sesungguhnya mereka akan bersama syaitan berlutut di Neraka Jahanam
Firman Allah, Demi Rabbmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. (QS. 19:68)
Akhirnya saya mengajak demi keselamatan teman-teman di dunia, marilah bersama Islam, petunjuk Allah yang terbaru, terakhir dan sempurna.
“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu”. (Al-Maidah : 3)
Tanya : Benarkah Nabi2 sebelumnya menyembah Allah? Apa yg diajarkan oleh Nabi2 sebelumnya ttg Allah?
Allah menganugerahi manusia kesempatan untuk memilih yang baik atau yang buruk sesuai firman Allah: “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (QS, Al-Balad 90: 10). “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS, Al-Insaan 76: 3).
Kemudian syetan berusaha mengaburkan jalan yang benar sehingga jalan yang baik oleh manusia dikira sesat, dan jalan yang sesat dikira benar. Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran surat Al Baqarah 2: 216: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
“Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke dalam neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”(QS. Al-Bayyinah: 6)
Ahli kitab adalah kaum Yahudi dan kaum Nasrani, Orang-orang musyrik adalah yang menyekutukan Allah, menjadikan Tuhan selain Allah. Orang-orang musyrik sebagai contoh ajaran / agama seperti budha, hindu dll.
Ahli kitab selain menyesatkan karena merubah kitab sesuai keinginan, juga menyekutukan Allah, sebagaimana firman Allah,
Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).
Islam adalah agama tauhid. Seluruh nabi dan rosul yang diutus Allah Subhanahu wa Ta`ala hanya meng-ajarkan, menanamkan dan menda`wahkan tauhid, (beribadah serta mengabdi hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala saja, tidak kepada yang lain-Nya). Tidak ada satupun di antara mereka yang mengajar-kan syirik.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Beribadahlah hanya kepada Allah (saja), dan jauhilah Thogut", {QS. An Nahl [16]: 36}
Islam adalah agama para rosul, sejak Nabi Adam `alaihis salam sampai Nabi Muhammad Ibnu Abdillah Shallallohu `alaihi wa sallam.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
Dan Ibrohim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'kub. (Ibrohim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam". Adakah kalian hadir ketika Ya'kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kalian ibadahi sepeninggalku". Mereka menjawab: "Kami akan beribadah kepada Robb-mu dan Robb bapak-bapakmu : Ibrohim, Isma'il, dan Ishaq, (yaitu) Robb Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya". {QS. Al Baqoroh [2]: 132-133}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
(ikutilah) agama orang tua kalian Ibrohim. Dia (Alloh) telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur'an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia." {QS. Al Hajj [22]: 78}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
"Dia telah mensyari'atkan bagi kalian agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa-apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan `Isa yaitu: Tegakkan-lah agama dan janganlah kalian berpecah belah tentang-nya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)". {QS. Asy Syuro [42]: 13}
Agama yahudi bukanlah agama nabi Musa `alai-his salam dan agama nasrani bukanlah agama nabi `Isa `alaihis salam. Kedua nabi tersebut dan seluruh para nabi telah diutus dengan membawa agama Islam.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman tentang perkataan Nuh `alaihis salam kepada kaumnya:
"Jika kalian berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian, upahku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah untuk menjadi orang-orang Islam (Muslimin)". {QS. Yunus [10]: 72}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
"Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kalian beriman ke-pada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kalian benar-benar orang-orang Islam (Muslimin)”. {QS. Yunus [10]: 84}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
"Maka tatkala `Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah". Para Ha-wariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”. {QS. Ali Imron [3]: 52}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
"Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut 'Isa yang setia: "Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada rosul-Ku". Mereka menjawab: "Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rosul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam". {QS. Al Maidah [5]: 111}
Islam adalah agama yang sempurna, kesempurnaan Islam adalah mutlak dari semua segi, baik aqidahnya, hukum-hukumnya maupun segi-segi yang lainnya. Hal itu dikarenakan Islam adalah haq dan karena Islam datang dari Zat Yang Maha Sempurna, Allah `Azza Wa Jalla. Kesempurnaan Islam bertolak dari kesempur-naan Allah Subhanahu wa Ta`ala. Islam adalah agama yang abadi, tidak akan punah sepanjang zaman dan tidak akan tertinggal oleh zaman manapun.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Ku cukupkan kepada kalian ni`mat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama kalian". {QS. Al Maidah [5]: 3}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
"Maka apakah selain agama Allah yang mereka cari, pada-hal kepada-Nya-lah berislam (berserah diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan". {QS. Ali Imron [3]: 83}.
Tampilkan postingan dengan label Ajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajaran. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Oktober 2009
Selasa, 29 September 2009
Selain Islam = Sesat
Beragam tanggapan yang disampaikan kepada saya, setelah saya posting tulisan tentang keterkejutan saya, pada seorang tokoh dengan pemahaman yang dinyatakan sesat oleh fatwa MUI namun sang tokoh mencalonkan diri sebagai ketua umum Pengurus Besar NU.
Berikut postingan saya pada salah satu milis
==================================================
Astaghfirullah, malam ini saya sangat terperanjat menonton acara metroTV, save our nation, Rabu 23 Sept 2009, pk 22.00 s/d 23.00, yang menampilkan pentolan JIL, Ulil Abshar Abdalla. Namun title yang ditampilkan sebagai tokoh cendekia muda NU.
Keterperanjat saya adalah bahwa Ulil Abshar Abdalla terus terang mengatakan pencalonan dirinya untuk ikut pemilihan ketua umum Pengurus Besar NU pada Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-31 Januari 2010 mendatang.
Dalam wawancara metroTV pun, Ulil dengan jelas menyatakan ketidak-setujuannya dengan fatwa MUI, tentang kesesatan pemahaman pluralisme agama. Juga tentang ketidak setujuan tentang SKB pelarangan ajaran Ahmadiyah (menurut beliau hanyalah sebuah sekte agama Islam ?)
Gerakan Liberalisme dan Pluralisme Agama, perlu disikapi dengan tegas oleh para Ulama, karena fatwa yang telah dikeluarkan tidak "berarti" sama sekali bagi mereka dan juga bahwa fatwa MUI tidak ditindaklanjuti oleh umaro (pemerintah).
Wassalam
=================================================
Kenapa sebagian orang masih ragu atas fatwa MUI tentang kesesatan pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme Agama ?
Apakah anda masih ragu bahwa pluralisme Agama adalah sesat ?
Apakah anda setuju bahwa agama selain Islam adalah benar ?
Sungguh jelas bahwa pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme agama adalah pemahaman yang mengharapkan ridho kaum Kuffar.
Prinsip utama, bahwa kebenaran / Al-Haq itu tunggal karena bersumber dari
tunggal yakni Allah. Allah Yang Maha Esa. Selain dari yang Tunggal itu adalah bathil / salah. Buah Pemikiran, Pemahaman, Filsafat, Olah Pikir, Keyakinan, apalagi Agama, Sekte baru yang tidak lagi bersumber atau berselisih pada Al-Qur'an dan Hadist adalah bathil/salah.
Firman Allah, "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". (Al-Maidah : 3)
Allah telah menyampaikan, bahwa Agama Islam adalah penyempurnaan artinya agama sebelumnya seperti Yahudi, Nasrani, dll telah menjadi tidak berlaku lagi karena terjadi penyesatan yang dilakukan manusia, mereka menulis/mengubah kitab suci.
Juga berarti agama Islam sudah sempurna sehingga tidak perlu lagi "penambahan" oleh manusia, yang diperlukan adalah pemahaman, tuntunan dan implementasi.
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79).
Pengubahan, Penyembunyian, Penambahan, Pengingkaran kitab sebelum Al-Qur'an telah dijelaskan dalam firman Allah antara lain,
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui. (QS. 2:42)
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. 2:146)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melanati, (QS. 2:159)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS. 2:174)
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:78)
Kaum non muslim sebelum sampai / kedatangan Rasulullah dengan agama Islam, mereka akan mendapatkan pahala sesuai keimanan mereka kepada Allah, pada hari kemudian dan juga berdasarkan amal shaleh yang telah mereka perbuat.
Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 62)
Namun setelah kedatangan Rasulullah dengan agama Islam maka seluruh umat manusia diwajibkan untuk mengikuti agama Islam sebagai bentuk iman kepada Allah.
Firman Allah, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." [Ali Imran:85]
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." [Ali Imran:19]
Rasulullah diutus oleh Allah setelah terjadinya kesesatan non muslim, diantaranya mensekutukan Allah,
Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam," padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72).
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah: 73).
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al-Maidah: 78-79).
"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. 98:6)
Sebagai konsekuensi dari doktrin bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT, maka otomatis agama-agama lain yang dianut dan diyakini oleh sebagian umat manusia ditolak kebenarannya, bukan keberadaannya. Sekali lagi, yang ditolak adalah kebenarannya, bukan keberadaannya! Keberadaannya tidak ditolak karena Allah tidak mau memaksa manusia untuk memeluk agama Allah. Islam mengajarkan kebebasan memilih agama. Hanya saja jika manusia memilih agama
selain Islam, di Akhirat nanti mereka termasuk orang-orang yang merugi.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 256).
Jadi, kesimpulan bahwa bukanlah merasa benar namun telah jelas bahwa Islam adalah agama yang benar sedangkan selain Islam adalah ditolak kebenarannya (jalan yang sesat).
Semoga kaum non muslim menyadari kekeliruannya dan semoga mendapatkan hidayah dari Allah sehingga mereka mengikuti Islam.
Semoga kita bisa selalu menggunakan Al-Quran sebagai tuntunan hidup yang
merupakan petunjuk Allah.
Firman Allah, " Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa", (Q Al Baqarah:2)
Sedangkan bagaimana kita berperilaku, etika bergaul dengan non muslim bisa
dilihat antara lain,
http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/06/17/menjaga-pergaulan-dengan-non-muslim/
http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/2033/pondasi-dan-kode-etik-pergaulan -muslim-dengan-non-muslim/
http://islamqa.com/id/ref/26721
Wassalam
Zon at Jonggol
================================================
Al-Bayyinah, 1 s/d 8
1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (QS. 98:1)
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lemnbaran yang disucikan (Al-Quran), (QS. 98:2)
3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. (QS. 98:3)
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. 98:4)
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. 98:5)
6. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. 98:6)
Berikut postingan saya pada salah satu milis
==================================================
Astaghfirullah, malam ini saya sangat terperanjat menonton acara metroTV, save our nation, Rabu 23 Sept 2009, pk 22.00 s/d 23.00, yang menampilkan pentolan JIL, Ulil Abshar Abdalla. Namun title yang ditampilkan sebagai tokoh cendekia muda NU.
Keterperanjat saya adalah bahwa Ulil Abshar Abdalla terus terang mengatakan pencalonan dirinya untuk ikut pemilihan ketua umum Pengurus Besar NU pada Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-31 Januari 2010 mendatang.
Dalam wawancara metroTV pun, Ulil dengan jelas menyatakan ketidak-setujuannya dengan fatwa MUI, tentang kesesatan pemahaman pluralisme agama. Juga tentang ketidak setujuan tentang SKB pelarangan ajaran Ahmadiyah (menurut beliau hanyalah sebuah sekte agama Islam ?)
Gerakan Liberalisme dan Pluralisme Agama, perlu disikapi dengan tegas oleh para Ulama, karena fatwa yang telah dikeluarkan tidak "berarti" sama sekali bagi mereka dan juga bahwa fatwa MUI tidak ditindaklanjuti oleh umaro (pemerintah).
Wassalam
=================================================
Kenapa sebagian orang masih ragu atas fatwa MUI tentang kesesatan pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme Agama ?
Apakah anda masih ragu bahwa pluralisme Agama adalah sesat ?
Apakah anda setuju bahwa agama selain Islam adalah benar ?
Sungguh jelas bahwa pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme agama adalah pemahaman yang mengharapkan ridho kaum Kuffar.
Prinsip utama, bahwa kebenaran / Al-Haq itu tunggal karena bersumber dari
tunggal yakni Allah. Allah Yang Maha Esa. Selain dari yang Tunggal itu adalah bathil / salah. Buah Pemikiran, Pemahaman, Filsafat, Olah Pikir, Keyakinan, apalagi Agama, Sekte baru yang tidak lagi bersumber atau berselisih pada Al-Qur'an dan Hadist adalah bathil/salah.
Firman Allah, "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". (Al-Maidah : 3)
Allah telah menyampaikan, bahwa Agama Islam adalah penyempurnaan artinya agama sebelumnya seperti Yahudi, Nasrani, dll telah menjadi tidak berlaku lagi karena terjadi penyesatan yang dilakukan manusia, mereka menulis/mengubah kitab suci.
Juga berarti agama Islam sudah sempurna sehingga tidak perlu lagi "penambahan" oleh manusia, yang diperlukan adalah pemahaman, tuntunan dan implementasi.
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79).
Pengubahan, Penyembunyian, Penambahan, Pengingkaran kitab sebelum Al-Qur'an telah dijelaskan dalam firman Allah antara lain,
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui. (QS. 2:42)
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. 2:146)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melanati, (QS. 2:159)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS. 2:174)
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:78)
Kaum non muslim sebelum sampai / kedatangan Rasulullah dengan agama Islam, mereka akan mendapatkan pahala sesuai keimanan mereka kepada Allah, pada hari kemudian dan juga berdasarkan amal shaleh yang telah mereka perbuat.
Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 62)
Namun setelah kedatangan Rasulullah dengan agama Islam maka seluruh umat manusia diwajibkan untuk mengikuti agama Islam sebagai bentuk iman kepada Allah.
Firman Allah, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." [Ali Imran:85]
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." [Ali Imran:19]
Rasulullah diutus oleh Allah setelah terjadinya kesesatan non muslim, diantaranya mensekutukan Allah,
Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam," padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72).
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah: 73).
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al-Maidah: 78-79).
"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. 98:6)
Sebagai konsekuensi dari doktrin bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT, maka otomatis agama-agama lain yang dianut dan diyakini oleh sebagian umat manusia ditolak kebenarannya, bukan keberadaannya. Sekali lagi, yang ditolak adalah kebenarannya, bukan keberadaannya! Keberadaannya tidak ditolak karena Allah tidak mau memaksa manusia untuk memeluk agama Allah. Islam mengajarkan kebebasan memilih agama. Hanya saja jika manusia memilih agama
selain Islam, di Akhirat nanti mereka termasuk orang-orang yang merugi.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 256).
Jadi, kesimpulan bahwa bukanlah merasa benar namun telah jelas bahwa Islam adalah agama yang benar sedangkan selain Islam adalah ditolak kebenarannya (jalan yang sesat).
Semoga kaum non muslim menyadari kekeliruannya dan semoga mendapatkan hidayah dari Allah sehingga mereka mengikuti Islam.
Semoga kita bisa selalu menggunakan Al-Quran sebagai tuntunan hidup yang
merupakan petunjuk Allah.
Firman Allah, " Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa", (Q Al Baqarah:2)
Sedangkan bagaimana kita berperilaku, etika bergaul dengan non muslim bisa
dilihat antara lain,
http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/06/17/menjaga-pergaulan-dengan-non-muslim/
http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/2033/pondasi-dan-kode-etik-pergaulan -muslim-dengan-non-muslim/
http://islamqa.com/id/ref/26721
Wassalam
Zon at Jonggol
================================================
Al-Bayyinah, 1 s/d 8
1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (QS. 98:1)
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lemnbaran yang disucikan (Al-Quran), (QS. 98:2)
3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. (QS. 98:3)
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. 98:4)
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. 98:5)
6. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. 98:6)
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. 98:7)
8. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya. (QS. 98:8)
========================================
Langganan:
Postingan (Atom)