Tampilkan postingan dengan label Nya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Juli 2010

Mengenal Allah

Awaluddin makrifatullah (awal-awal agama ialah mengenal ALLAH)

Setiap muslim wajib mengenali Allah ta'ala.

Bagaimana mungkin kita menyembah yang kita tidak kenal ?

Apabila seseorang itu tidak mengenal Allah, segala amal / perbuatan / ibadah tidak akan sampai (wushul) kepada ALLAH SWT.

Paling utama yang harus kita kenali adalah bahwa,

Katakanlah "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa"
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

(QS al Ikhlas [112]: 1-4)

Selanjutnya bisa mengenali melalui namaNya, sifatNya, perbuatanNya bukan melalui dimanaNya atau bagaimanaNya.

Contoh mengenali melalui sifatNya adalah melalui rumusan yang digali dari Al-Qur'an dan Hadits seperti berikut ini,
20 sifat yang wajib (mesti ada) pada Allah
20 sifat yang mustahil (tidak mungkin ada ) pada Allah dan
1 sifat yang harus (boleh ada – boleh tidak) pada Allah.

Selanjutnya cara kita mengenal Allah adalah dengan mendekat kepada Allah, menemuiNya dan berinteraksi dengan Allah.

Berinteraksi dengan Allah = selalu sadar dan mengingat Allah, setiap perbuatan, perilaku kita / akhlak kita harus secara sadar dan mengingat Allah.
Berinteraksi dengan Allah = berinteraksi dengan firman-firmanNya yakni Al-Qur’an. Seluruh perbuatan, perilaku / akhlak kita harus selalu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits.

Sebaiknya kita tidak membicarakan atau mendiskusikan tentang dzatNya.

Tulisan  saya tentang di mana Allah semata-mata untuk mengingatkan kita dengan perkataan Imam al Qusyairi bahwa,

” Dia Tinggi Yang Maha Tinggi, Luhur Yang Maha Luhur dari ucapan “bagaimana Dia?” atau “dimana Dia?”. Tidak ada upaya, jerih payah, dan kreasi-kreasi yang mampu menggambari-Nya, atau menolak dengan perbuatan-Nya atau kekurangan dan aib. Karena, tak ada sesuatu yang menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar dan Melihat. Kehidupan apa pun tidak ada yang mengalahkan-Nya. Dia Dzat Yang Maha Tahu dan Kuasa“.

Disitu tegas dikatatakan bahwa "Tidak ada upaya, jerih payah, dan kreasi-kreasi yang mampu menggambari-Nya".  Kitapun sebaiknya tidak mengupayakan membicarakan maupun mendiskusikan tentan dzatNya.

Wassalam

Zon di Jonggol