Tampilkan postingan dengan label Marifatullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marifatullah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Januari 2011

Lillahi ta'ala

Ma'rifatullah --- Mengenal Allah

Lillahi ta'ala maknanya "karena Allah ta'ala"

Dalam sifat 20 Allah kita paham dan yakin bahwa Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu ‘Adam (tidak ada).

Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhlukNya

Manusia atau kita ada namun tidak berdiri sendiri. Kita itu maujud artinya ada namun karena pengaruh yang lain yakni karena Allah ta'ala.

Kita ada karena Ar Rahmaan dan Ar Rahiim nya Allah ta'ala

Coba bayangkan jika seluruh indera kita seperti penglihatan, pendengaran, penciuman/rasa itu tidak diberikan oleh Allah yang maha pengasih dan penyayang,  apakah kita ada ?

Kita maujud karena Allah ta'ala ,  karena Ar Rahmaan dan Ar Rahiim Nya dalam berupa panca indera. Kita harus bersyukur untuk itu

“Kemudian Dia menyempurnakan penciptaannya dan Dia tiupkan padanya sebagian dari Roh-Nya dan Dia jadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan rasa, tapi sedikit sekali kamu bersyukur” (QS As Sajadah (32):9)

Begitu pula kita harus bersyukur atas nikmat Iman dan nikman Islam karena Allah ta'ala , karena karuniaNya, karena Taufiq dan HidayahNya.

Oleh karenanya segala perbuatan kita (seorang hamba Allah yang bergantung padaNya)  haruslah karena Allah ta'ala bukan karena hawa nafsu dan bukan pula karena selainNya

Kita sholat karena Allah ta'ala bukan karena surgaNya.  SurgaNya adalah ciptaanNya yang adanya pun  karena Allah ta'ala.

"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam". (QS Al An'aam [6]:162 )

SurgaNya bukan lah tujuan namun sebuah keniscayaan bagi  "orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya"

“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” ( QS An Nisaa’ [4]:175 )

Wassalam

Zon di Jonggol

Selasa, 10 Agustus 2010

Perbaguslah hubungan dengan Allah

Perbaguslah hubungan dengan Allah

Wahai Tuhanku
Aku bukan orang yang pantas tinggal di surga-Mu
Tetapi aku juga tak sanggup di neraka-Mu
Anugerahi aku kemampuan kembali pada-Mu
Dan ampuni dosa-dosaku


Pengakuan di atas mempunyai makna bahwa kita dapat masuk surga bukan karena semata-mata amal kita namun karena anugerahNya, karuniaNya dan ampunanNya.

Kita paham bahwa seseorang tidak bisa dipastikan masuk surga walaupun ia telah melakukan amalan-amalan yang baik.[ibadahnya nampak ikhlas, dan ketaatannya demikian tinggi] dan jalan kehidupannya pantas untuk  diteladani- kecuali jika diijinkan oleh Allah, sebagai keutamaan yang diberikan kepadanya. Maka dengan keutamaan dan karunia-Nya itu ia masuk surga.

Karena amal baik yang ia lakukan tidaklah dapat dilakukan dengan mudah kecuali karena kemudahan/pertolongan dari Allah. Jika Allah  tidak memberi kemudahan / pertolongan niscaya ia tidak dapat melakukannya. Dan jika Allah tidak mengarunianya hidayah niscaya ia tidak mendapat hidayah selama-lamanya, [meskipun ia telah berupaya keras].

Hal ini sebagaimana firman Allah ta'ala:"...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki..." (QS An-Nuur:21)

Allah juga berfirman memberitakan tentang penduduk surga:"..Dan mereka berkata: "segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini, dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.." (QS Al-A'raaf:43).

Ahli ibadah tertutup dari cahaya taufiq dan pertolongan Allah Ta’ala oleh kegelapan memandang ibadah mereka, memandang pengetahuan bahasa Arab mereka, memandang ilmu dan pemahaman agama mereka.

Lalu bagaimana upaya kita agar mendapatkan kemudahan atau pertolongan dari Allah ?

Perbaguslah hubungan kita dengan Allah.

Bagaiamana kita dapat melangsungkan hubungan dengan Allah ?

  1. Kenalilah Allah  (ma’rifatullah).

  2. Akhlak yang baik dihadapan Allah atau akhlakul karimah yakni keadaan sadar (kesadaran) atau perilaku secara sadar dan mengingat Allah.

  3. Berinteraksilah dengan Allah, berinteraksi  melalui firman-firmanNya, baca, pahami dan jalankanlah petunjukNya, sebagai contoh  ketahuilah dan lakukanlah apa yang Allah cintai dari hambaNya,  dan hindari apa yang Allah tidak sukai seperti,



  • - Allah mencintai muslim yang bertobat

  • - Allah mencintai muslim yang mensucikan dirinya

  • - Allah menyukai muslim yang bersih

  • - Allah menyukai muslim yang bertaqwa

  • - Allah menyukai muslim yang bertawakal kepadaNya

  • - Allah mencintai muslim yang berbuat baik.

  • - Allah mencintai muslim yang zuhud di dunia.

  • - Allah mencintai muslim yang sabar

  • - Allah mencintai muslim yang menepati janji

  • - Alah mencintai muslim yang berlaku adil

  • - Allah mencintai muslim bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min

  • - Allah mencintai muslim yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir

  • - Allah mencintai muslim yang berjihad dijalan Allah.

  • - Allah mencintai muslim yang berperang dijalan Allah dalam barisan yang teratur.

  • - Allah tidak menyukai orang-orang  yang sombong , membanggakan diri.

  • - Allah tidak menyukai orang-orang kafir

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang ingkar

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat

  • - Allah tidak menyukai orang-orang yang bergelimang dosa

  • -  Allak tidak menyukai ucapan yang buruk kecuali orang yang teraniaya.


Marilah dengan ibadah puasa Ramadhan,  kita dapat merasakan  pertemuan dengan Allah sehingga kesempatan yang baik bagi  kita untuk dapat memperbagus hubungan dengan Allah.

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhannya” (HR Bukhari).

Bagaimana dengan puasa kita dapat merasakan pertemuan dengan Allah ?

Silahkan baca tulisan pada

http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/08/05/hakikat-puasa/

Wassalam

Zon di  Jonggol, Kab Bogor, 16830