Selasa, 29 September 2009

Selain Islam = Sesat

Beragam tanggapan yang disampaikan kepada saya, setelah saya posting tulisan tentang keterkejutan saya, pada seorang tokoh dengan pemahaman yang dinyatakan sesat oleh fatwa MUI namun sang tokoh mencalonkan diri sebagai ketua umum Pengurus Besar NU.

Berikut postingan saya pada salah satu milis

==================================================

Astaghfirullah, malam ini saya sangat terperanjat menonton acara metroTV, save  our nation, Rabu 23 Sept 2009, pk 22.00 s/d 23.00, yang menampilkan pentolan  JIL, Ulil Abshar Abdalla. Namun title yang ditampilkan sebagai tokoh cendekia muda NU.

Keterperanjat saya adalah bahwa Ulil Abshar Abdalla terus terang mengatakan pencalonan dirinya untuk ikut pemilihan ketua umum Pengurus Besar NU pada Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-31 Januari 2010 mendatang.

Dalam wawancara metroTV pun, Ulil dengan jelas menyatakan ketidak-setujuannya dengan fatwa MUI, tentang kesesatan pemahaman pluralisme agama. Juga tentang  ketidak setujuan tentang SKB pelarangan ajaran Ahmadiyah (menurut beliau hanyalah sebuah sekte agama Islam ?)

Gerakan Liberalisme dan Pluralisme Agama, perlu disikapi dengan tegas oleh para Ulama, karena fatwa yang telah dikeluarkan tidak "berarti" sama sekali bagi mereka dan juga bahwa fatwa MUI tidak ditindaklanjuti oleh umaro (pemerintah).

Wassalam

=================================================

Kenapa sebagian orang masih ragu atas fatwa MUI tentang kesesatan pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme Agama ?
Apakah anda masih ragu bahwa pluralisme Agama adalah sesat ?
Apakah anda setuju bahwa agama selain Islam adalah benar ?

Sungguh jelas bahwa pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme agama adalah pemahaman yang mengharapkan ridho kaum Kuffar.

Prinsip utama, bahwa kebenaran / Al-Haq itu tunggal karena bersumber dari
tunggal yakni Allah. Allah Yang Maha Esa.  Selain dari yang Tunggal itu adalah bathil / salah.  Buah Pemikiran, Pemahaman, Filsafat, Olah Pikir, Keyakinan, apalagi Agama, Sekte  baru yang tidak lagi bersumber atau berselisih pada Al-Qur'an dan Hadist adalah  bathil/salah.

Firman Allah, "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah  Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". (Al-Maidah : 3)

Allah telah menyampaikan, bahwa Agama Islam adalah penyempurnaan artinya agama sebelumnya seperti Yahudi, Nasrani, dll telah menjadi tidak berlaku lagi karena  terjadi penyesatan yang dilakukan manusia, mereka menulis/mengubah kitab suci.

Juga berarti agama Islam sudah sempurna sehingga tidak perlu lagi "penambahan" oleh manusia, yang diperlukan adalah pemahaman, tuntunan dan implementasi.

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 79).

Pengubahan, Penyembunyian, Penambahan, Pengingkaran kitab sebelum Al-Qur'an telah dijelaskan dalam firman Allah antara lain,

Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui. (QS. 2:42)

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)


Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan  sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. 2:146)


Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa  keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya  kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula)  oleh semua (makhluk) yang dapat melanati, (QS. 2:159)


Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak  mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS. 2:174)


Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:78)

Kaum non muslim sebelum sampai / kedatangan Rasulullah dengan agama Islam, mereka akan mendapatkan pahala sesuai keimanan mereka kepada Allah, pada hari kemudian dan juga berdasarkan amal shaleh yang telah mereka perbuat.

Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 62)

Namun setelah kedatangan Rasulullah dengan agama Islam maka seluruh umat manusia diwajibkan untuk mengikuti agama Islam sebagai bentuk iman kepada Allah.

Firman Allah,  "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." [Ali Imran:85]


"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.  Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat  cepat hisab-Nya."
[Ali Imran:19]



Rasulullah diutus oleh Allah setelah terjadinya  kesesatan non muslim, diantaranya mensekutukan Allah,

Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).


Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam," padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72).

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah: 73).

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al-Maidah: 78-79).

"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. 98:6)

Sebagai konsekuensi dari doktrin bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang  diridhai Allah SWT, maka otomatis agama-agama lain yang dianut dan diyakini oleh sebagian umat manusia ditolak kebenarannya, bukan keberadaannya. Sekali lagi,  yang ditolak adalah kebenarannya, bukan keberadaannya! Keberadaannya tidak ditolak karena Allah tidak mau memaksa manusia untuk memeluk agama Allah. Islam mengajarkan kebebasan memilih agama. Hanya saja jika manusia memilih agama
selain Islam, di Akhirat nanti mereka termasuk orang-orang yang merugi.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan  yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 256).

Jadi, kesimpulan bahwa bukanlah merasa benar namun telah jelas bahwa Islam adalah agama yang benar sedangkan selain Islam adalah ditolak kebenarannya (jalan yang sesat).

Semoga kaum non muslim menyadari kekeliruannya dan semoga mendapatkan hidayah dari Allah sehingga mereka mengikuti Islam.

Semoga kita bisa selalu menggunakan Al-Quran sebagai tuntunan hidup yang
merupakan petunjuk Allah.
Firman Allah, " Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa", (Q Al Baqarah:2)

Sedangkan bagaimana kita berperilaku, etika bergaul dengan non muslim bisa
dilihat antara lain,


http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/06/17/menjaga-pergaulan-dengan-non-muslim/

http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/2033/pondasi-dan-kode-etik-pergaulan -muslim-dengan-non-muslim/

http://islamqa.com/id/ref/26721

Wassalam

Zon at Jonggol

================================================

Al-Bayyinah,  1 s/d 8

1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (QS. 98:1)

2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lemnbaran yang disucikan (Al-Quran), (QS. 98:2)

3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. (QS. 98:3)

4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. 98:4)

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. 98:5)

6. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. 98:6)

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. 98:7)


8. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya. (QS. 98:8)


========================================

Selasa, 08 September 2009

Petunjuk Allah

Petunjuk Allah.

(Seruan kepada para pemimpin dan umat Islam Indonesia)

Kembali negara kita dilanda musibah, bencana alam dalam bentuk gempa bumi, pesawat jatuh, bencana kelaparan di Papua dll. Hal ini mengingatkan kepada tulisan saya pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/06/25/taatilahulama/

Perhatikanlah cara dan kerja pemerintah dalam menanggulangi bencana. Semoga mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Juga semoga dengan bencana gampa bumi ini membuat para pemimpin sadar dan tergerak untuk segera pula mengatasi masalah rakyat korban Lapindo, tidak menelantarkan rakyat bertahun-tahun lagi. Betapa besar kerugian rakyat di sana, baik secara material maupun immaterial.

Bencana alam menjadikan peringatan bagi manusia, suhu bumi meningkat, permukaan air laut meninggi dikarenakan kerusakan hutan dan alam serta faktor lain seperti efek samping industri/karbon. Kerusakan hutan di Indonesia 51 kilometer persegi per hari atau 300x luas lapangan bola per jam, kerusakan alam dan kesenjangan ekonomi dari pertambangan seperti freeport , lapindo dll merupakan bagian dari tanggung jawab para pemimpin. Firman Allah, "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik *, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar" (Al-Maaidah: 33),

Bencana alam, musibah, musibah penyakit, musibah kemiskinan yang kita alami di nergeri kita ini, bisa merupakan cobaan dari Allah sekaligus peringatan Allah bagi kita.

Peringatan Allah bagi pemimpin negeri dan rakyat negeri ini karena dalam kehidupan tidak lagi menggunakan petunjuk dari Allah. Sebagian pemimpin di negeri ini malah mempergunakan petunjuk kaum kuffar , dalam kepemimpinan mencari ridho kaum kuffar dan mengharapkan pertolongan kaum kuffar. Hubungan antar manusia, ridho kaum kuffar begitu diupayakan sampai mereka menjadi kaum Sekulerisme, Liberalisme, Plurarisme Agama. Padahal MUI sudah mengeluarkan fatwa haram dengan fatwa Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005, Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA, http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=137

Untuk menjadikan negeri ini makmur dan sentosa (nikmat dari Allah), maka pemimpin dan rakyat wajib mengikuti petunjuk Allah. Bukan petunjuk kaum kuffar dan bukan juga mengharapkan ridho kaum kuffar. Kepada kaum kuffar cukuplah sebatas menghargai sebagai manusia.

Pemimpin dan rakyat sebagai manusia agar mendapatkan nikmat Allah dalam kehidupan baik di dunia dan akhirat, wajib memperhatikan firman Allah, Al-Fatihah, 5,6,7

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”. (5)

“Tunjukilah kami jalan yang lurus”. (6)

“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (7)

Pemimpin dan rakyat sebagai manusia mendapatkan petunjuk Allah dari kitabullah, firman Allah, “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (Al-Baqarah : 2)

Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaannya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus. (Al Maidah : 16)

Dengan petunjuk Allah lah, para pemimpin dan rakyat akan mendapatkan nikmat Allah, bebas dari rasa khawatir/takut dan bebas dari rasa sedih. Sesuai firman Allah,

"Kami berfirman: Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran/takut atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (Al Baqarah: 38)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran/takut terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah 277)

Kesimpulan, solusi bagi pemerintah dan rakyat mengatasi permasalahan di dunia/negara adalah kembali kepada petunjuk Allah, kembali pada Al-Qur’an. Sekali lagi bukan petunjuk kaum kuffar, bukan pula mengharapkan ridho kaum kuffar. Pada Al-Qur'an akan ditemukan resep ekonomi, politik, pendidikan, hukum, bernegara dan aspek-aspek kehidupan lainnya. Bukanlah resep ekonomi ala IMF, Washington Consensus, Free Trade dan petunjuk kaum imperialisme dan kapitalis lainnya.

Buat pemerintah baiklah mengambil pendapat, sebagai contoh apa yang telah dipelajari INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) http://insistnet.com atau lembaga, institute, LSM lainnya yang pada prinsipnya tidak tercemar oleh paham Liberalisme, Sekulerisme dan Pluralisme Agama.

Lebih baik lagi pada sisi Presiden dapat dibentuk Majelis Pertimbangan Ulama Indonesia (MPUI) yang memberikan pertimbangan segala hal yang berhubungan dengan pemerintahan dan kebijakannya agar sesuai dengan Al Quran dan Hadits. MPUI ini terdiri dari wakil seluruh ormas Islam, lembaga penelitian pemerintahan berdasarkan Islam, pada prinsipnya perwakilan yang disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar terhindar dari paham yang sesat.

Wassalam

Zon at Jonggol

Selasa, 28 Juli 2009

Wakil Presiden Terpilih

Pada 4 Juni 2009 lalu, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Jakarta menggelar kuliah umum bertema "Reading for Gender: Al-Ghazali and the Nature of the Person in Islamic Ethic" yang disajikan oleh Prof. Dr. Amina Wadud. Wadud adalah tokoh feminis liberal radikal dan paling kontroversial sepanjang 14 abad menyusul ulahnya mengimami shalat Jumat di sebuah Gereja Katedral di Sundram Tagore Gallery 137 Greene Street, New York pada tahun 2005 lalu. Selanjutnya pada 17/10/08, Wadud kembali menjadi imam dan khatib Jumat di Oxford Centre, Oxford dengan makmum laki-laki dan perempuan bercampur-baur. Shalat Jumat ini adalah aksi pembukaan sebelum memulai Konferensi Islam dan Feminisme yang digelar di Wolfson College, Oxford

http://insistnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=147&Itemid=45

Kaum SPILIS (sekuler, plural dan liberalisme agama) mulai kembali menyebarkan pemahaman mereka, kali ini mereka mengadakan seminar dengan pembicara Amina Wadud, Kuliah Umum "Jender, Seni dan Tasauf"
http://www.salihara.org/main.php?type=detail&module=news&menu=child&parent_id=5&id=34&item_id=785

Dr. Amina Wadud menyampaikan kuliah umumnya dalam bahasa Inggris, dengan terjemahan langsung dalam Bahasa Indonesia. Acara ini  diselenggarakan pada hari Minggu 26 Juli 2009 pukul 19:00 WIB di Teater Salihara. CP:  Guntur di 0815-1319-1313 atau kunjungi www.salihara.org. Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.

Komunitas Salihara merupakan sayap kesenian Komunitas Utan Kayu, kini sudah berumur sekitar sepuluh tahun, bertekad meneruskan dan mengembangkan apa yang selama ini telah dicapai. Demi menampung perluasan aktivitas itu, para pendiri dan pengelolanya lantas mengambil prakarsa membangun kompleks Komunitas Salihara.

KOMUNITAS SALIHARA berdiri di atas sebidang tanah seluas sekitar 3.060 m2 di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Terdiri atas tiga unit bangunan utama: Teater Salihara, Galeri Salihara, serta ruang perkantoran dan wisma.

Prasarana pada komunitas ini tampaknya tidak sekedar kesenian, terbukti mereka dapat menggunakan untuk kegiatan seminar, “kuliah umum” dll.

Salah satu kegiatan bidang kesenian yakni pameran seni rupa di Galeri Salihara dibuka oleh Wakil Presiden Terpilih Prof. Dr. Boediono Kamis 16 Juli 2009 pukul 17.00 WIB. Pameran ini mengambil tajuk Perang, Kata dan Rupa merupakan bagian dari Festival Salihara 2009. Pembukaan pameran ini terbuka untuk umum
http://www.salihara.org/main.php?type=detail&module=news&menu=child&parent_id=4&id=29&item_id=777

Buat saya agak menarik perhatian adalah title untuk Prof Dr. Boediono, yakni "Wakil Presiden Terpilih". Padahal perencanaan pameran jauh sebelum pengumuman resmi oleh KPU.

Tampak pergerakan kaum SPILIS akan semakin maju, terlebih setelah beberapa tokoh mereka yang merupakan bagian team sukses, akan sukses mengantarkan kembali SBY/BOEDIONO sebagai pasangan CAPRES/CAWAPRES periode 2009 – 2014.  Mudah-mudah an,  partai-partai Islam yang bergabung dalam koalisi SBY/BOEDIONO dapan berperan untuk menegakkan kebenaran walaupun pada akhirnya tampak "kepasrahan" petinggi partai untuk ketetapan "kekuasaan" kementrian berdasarkan hak prerogatif sang Presiden terpilih atau sejak dari awal sang Presiden memang membutuhkan partai-partai Islam  sekedar "stempel" atau legitimasi saja ?

Apakah langkah kaum muslim yang harus diperbuat untuk memperjuangkan apa yang telah di fatwa haram oleh MUI yakni, paham sekularisme, plurarisme dan liberalisme agama. ? Tampak Pemerintah (UMARA) mendatang kembali tidak lagi mempedulikan fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan oleh para ULAMA (MUI).

Marilah kita tegakkan UKHUWAH ISLAMIYAH dengan melepaskan ego, golongan, partai, dll   demi  menegakkan KEBENARAN (Al  Haq).

Sabtu, 18 Juli 2009

Ada Apa SBY

Turut berduka pada korban ledakan bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott. Juga turut berduka sedalam-dalamnya pada rakyat Indonesia yang terkena dampak dari musibah ledakan bom tersebut. Seperti pada tulisan-tulisan saya sebelumnya http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/06/25/taatilahulama/

Marilah kita untuk selalu mengingat Allah dan juga mentaati Ulama yang mereka selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadist. Sungguh Allah Maha Kuasa lagi Maha Penyayang. Bercukuplah pada Allah sebagai penolong hamba. Saya semakin banyak melihat beberapa orang berpendapat bahwa tiada karunia Allah, yang ada adalah usaha manusia yang keras dan sungguh-sungguh. Mereka bersandarkan pada akal dan kemampuan manusia semata. Nauzubillah min zalik. Benar-benar mereka telah menantang Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Penyayang.

Berduka hal yang lain adalah pada pemimpin, SBY, koq bisa beliau dengan tergesa-gesa mentautkan musibah ledakan bom dengan kegiatan pilpres. Pendapat saya, secara psikologis ada “sesuatu” sehubungan pilpres yang disembunyikan oleh SBY, sehingga “sesuatu” itu, menurut pemikiran Beliau, sepadan dengan kejahatan ledakan bom. Lalu, beliau juga menyampaikan bahwa, ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang. Atau pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Hal ini menjadi kontradiktif dengan apa yang disampaikan oleh ketua DPP PD, Anas Purbaningrum, bahwa berdasarkan hasil jajak pendapat LSI terakhir , 80% rakyat Indonesia menyatakan bahwa pilpres telah dilakukan secara jujur dan adil. Apakah SBY, sang incumbent justru sadar telah berupaya mendapatkan kekuasaan kembali dengan ”segala cara” sehingga penyelenggaraan pilpres 2009 ini menjadi tidak jujur dan tidak adil serta penyelenggaraan pilpres oleh KPU terkesan tidak independent, sehingga sepadan untuk di revolusi ? Ataukah mimpi-mimpi saya dalam tulisan http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/07/11/mimpi/ adakah suatu kenyataan ? Benarkah intelijen terlampau sibuk ”mengamankan” pilpres sehingga kecolongan dengan musibah ledakan bom ?

Bagi saya apapun yang telah dilakukan oleh SBY untuk meneguhkan kekuasaan, jikalau itu merupakan suatu ”kesalahan”, mintakan ampun pada Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Penyayang. Pemberi kekuasaan yang sesungguhnya. Allah Maha Penerima Taubat. Lakukanlah pemerintahan yang adil dan tidak zalim pada rakyat.

Menurut pengamatan saya, pelaku ledakan bom dilakukan oleh pihak asing atau rakyat Indonesia yang telah ”digunakan” pihak asing. Untuk itulah kita jangan terlampau percaya dengan pihak asing yang penuh dengan ”kepentingan” mereka. Marilah pemimpin menumbuhkan kemandirian di segala bidang, kemandirian ekonomi, sehingga tercipta kedaulatan bangsa dan pada akhirnya pihak asing pun menghormati kita.

Jangan lagi pernah membiarkan IFES ”membantu” penghitungan cepat KPU, masih banyak kaum akademisi yang mempunyai kemampuan melebihi mereka. Saya ingat pemilu 2004 dibantu BPS dan beberapa perguruan tinggi , hal yang tidak saya lihat pada pemilu 2009.  ”Cintailah produk-produk Indonesia”.

Marilah kita menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, bersatu padu melawan terorisme, percayakan pada kemampuan dan kekuatan bangsa sendiri. Saya sekali lagi berpendapat bahwa terorisme datang dari pihak luar karena ada kemungkinan mereka sangat tertarik dengan anugerah alam yang begitu besar yang telah diberikan Allah untuk rakyat Indonesia. Jikalau terorisme berasal dari dalam (sangat kecil kemungkinan) berarti kita harus intropeksi dengan kepemimpinan yang berlangsung.

Jumat, 17 Juli 2009

Kepemimpinan di partai Golkar

Wacana penggulingan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar kembali meruncing setelah suara pasangan JK-Wiranto kembali melempem mengikuti suara Golkar di Pemilu Legislatif lalu. Skenario besar bahkan sudah disiapkan petinggi Golkar yang tak sejalan dengan JK itu. Menurut Wakil Sekjen Partai Golkar Iskandar Mandji, salah satu skenario yang dibuat oleh kader Golkar yang menginginkan JK lengser dari singgasana ketua umum adalah menempatkan Aburizal Bakrie sebagai kandidat terkuat pada Munaslub yang akan segera digelar. “Skenarionya Aburizal Bakrie akan diplot sebagai Ketua Umum Golkar, Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Penasehat. Sementara Agung Laksono sebagai Wakil Ketua Umum ataupun Sekjen,” ujar Iskandar di DPR, Jumat (10/7/2009).

Sumber:

http://www.pemiluindonesia.com/berita-pemilu/inilah-skenario-penggulingan-jk.html.

Tampak Triple “A”  berupaya membawa kembali partai Golkar ke “wajah” lama. Kita dapat melihat upaya-upaya JK dan kader-kader sepahaman/sejalan untuk memperbaiki partai Golkar kearah yang lebih baik, namun tampaknya tabiat lama sudah berurat akar pada beberapa pemimpin kaum lama.

Pendapat saya, apalah yang bisa diharapkan pada calon ketua umum, Aburizal Bakrie yang dalam kepemimpinan beliau di perusahaan dapat dengan rela menelantarkan rakyat dalam musibah Lapindo ?  Phobia Lapindo inilah yang mengganggu citra JK pada pilpres lalu.

Apalah yang bisa diharapkan pada Akbar Tanjung yang masih berbekas di hati rakyat tentang kasus Bulog dll, sehingga membuat rakyat Phobia terhadap Golkar, yang juga mengganggu citra JK pada pilpres lalu.

Apalah yang bisa diharapkan pada Agung Laksono, yang dalam pemilihan legislatif tidak banyak rakyat yang memilih beliau. Sedangkan mengenai kasus yang melibatkan Agung Laksono, silahkan search di paman Google dengan kata kunci:  Kasus “Agung Laksono”.

Semoga pemimpin partai Golkar terpilih nanti adalah dari kaum baru yang  sepahaman/sejalan dengan pemikiran JK.  Walaupun sebagian orang mengatakan, bahwa saat ini yang ber”daging” adalah Aburizal Bakrie. Begitulah pemahaman kaum lama Golkar bahwa uang sangat mempengaruhi kekuasaan.

Semoga kaum lama menyadarinya dan menyerahkan kepemimpinan pada kaum baru yang sepahaman/sejalan dengan pemikiran dan perbuatan yang telah diteladankan JK atau mungkin kembali rakyat berteriak “BUBARKAN GOLKAR”.

Kamis, 16 Juli 2009

JK yang mereka kenal (2)

Sirikit Syah Wrote:

Di bawah ini catatan pribadi seorang pemred yang hadir di tempat JK saat beliau menerima telepon SBY.

Komentar saya:

1) JK polos banget, ditelepon SBY malah keluar dari ruangan yang dipenuhi para petinggi media dan malah sembunyi di ruang khususnya.

2) Ternyata banyak petinggi media yang bersimpati dan memberi
empati kepada JK.

SS

------------------------------------------

Mbak Sirikit yang baik,
Kamis (9/7) malam saya termasuk salah satu diantara pemred2 dan wartawan2 senior yang diundang bertemu pak JK. Sebagaimana biasanya, pak JK memang sangat sering mengundang Pemred2 untuk sekedar makan malam, sambil berdiskusi tentang berbagai hal. Acara semacam ini memang tergolong rutin. Kami para Pemred senang diundang dalam setiap pak JK hendak mendiskusikan segala hal yang berkembang.
Pak JK selalu terbuka memberi informasi apapun, berkaitan dengan berbagai isu yang berkembang menyangkut kebijakan yang berkembang. Mulai dari misalnya kebijakan ekonomi, kenaikan BBM, konversi minyak gas, hingga hal-hal yang untuk background yang sifatnya off the record.

Apalagi hidangan di tempat pak JK selalu saja nikmat. Yang paling sering ikan bakar atau sup telur ikan terbang, pisang hijau palu butung. Makanan khas Makkasar kombinasi dengan masakan Padang. Maklum ibu Mufida, isteri pak JK yang pintar masak itu asalnya dari Padang..

Kamis malam itu, pertemuannya terasa agak berbeda. Sejak di depan pintu
penjagaan, kami sudah disorot kamera TV One, saya sempat terkejut karena bahkan saat menulis namapun disclose up. Saya merasa agak merasa terganggu,

"Ada apa sih, kok begitunya. Kita disorot-sorot kayak gitu?" Tanya saya ke kamerawan TVONe.

"Anu mbak..kita disuruh kantor mengambil gambar semua pemred yang masuk ke sini.", jawabnya agak takut, seraya kemudian mematikan kamera. Lalu saya menuju ruang tunggu di sana ada Rikard Bagun (Pemred Kompas), Budiarto Sambazi (Wartawan senior Kompas, yang pernah jadi model klip kampanye JK), ibu Clara (Pengamat Politik senior?) , Pak Ishadi (Transcorp), Endi Bayuni (Pemred Jakarta Pos), dan beberapa wartawan senior lainnya, seperti Agus Parengkuan, Fikri Jufri hingga pak Rosihan Anwar yang sepuh itu, datang bergabung, juga beberapa Pemred media lainnya. Tapi dibanding pertemuan-pertemuan biasanya, kali ini jumlah wartawan senior yang hadir
cukup sedikit. Beberapa Pemred yang biasanya rajin, kali ini tidak hadir,.

Uni Lubis (Wapemred Anteve) mondar-mandir dari ruang tunggu ke ruang pak JK. Uni adalah koordinator acara, dia mengabsen satu-satu kami yang hadir. Tidak lama kemudian kami semua diminta masuk ke ruang pertemuan. Belum lama kita duduk, pak JK masuk dengan wajah yang seperti biasanya ceria, didampingi tim suksesnya, Yudi Chrisnandi, Sumarsono, Aksa Mahmud, Poemida, Sofyan Wanandi, Syamsul Maarif. Kami semua bersalaman dengan pak JK , sambil kemudian mempersilakan kami
makan. Wah kali ini menunya lumayan enak. Ada ikan bakar, teri goreng sambal hijau, rawon ( yang ini kayaknya gak nyambung), kepiting kenari bumbu lada hitam dan tumis sayuran.. Belum lama menikmati makanan, pak Wiranto datang, kali ini sendirian tanpa orang-orang Hanura.

Usai makan, pertemuan dimulai dengan pernyataan pak JK tentang ucapan terima kasih kepada para pemred yang hadir.. Uni sempat menyela, "Ada beberapa Pemred yang kayaknya gak berani hadir", disambut ketawa dari semua yang hadir.

Baru saja pak JK meneruskan kalimatnya, tiba-tiba ajudan datang tergopoh-gopoh sambil menyodorkan HP ke pak JK , " Maaf bapak, dari Bapak Presiden". Lantas pak JK pun bergegas menuju ruangan pribadinya, berbicara di telpon dengan SBY.

Saat itu kami yang masih bertanya-tanya tiba-tiba, di layar Metro TV
menayangkan Live, SBY sedang bertelpon dengan JK. SBY berkata pada JK panjang lebar dengan wajah yang sumringah.

Sesaat kita semua sempat kaget, "wah kok ternyata telponnya disetting kayak gitu yah"

Usai terima telpon, JK muncul dengan ketawa-ketawa. Saat ditanyta tentang apa yang dikatakannya pada SBY, "Oh, saya hanya jawab. "baik, baik pak,
tetapi saya akan di kampung" ,  jawab JK, disambut tawa semua yang hadir.

Menurut JK sejak siang ia memang sudah berusaha menghubungi SBY, sehubungan dengan undangan Rapat Kabinet yang akan digelar Selasa pekan depan via telpon tetapi tidak diangkat. Sambil memang hendak mengucapkan ucapan selamat sementara atas hasil Quick Count, dalam kapasitasnya sebagai Wapres. Tetapi baru malam itulah SBY menelpon JK., dibuka dengan pembicaraan basa-basi lalu SBY minta izin bahwa pembicaraan ini diliput pers. JK pun tidak bisa berkata lain, " silahkan saja", jawabnya.

Lalu pertemuan malam itu akhirnya dilanjutkan, diawali dengan pernyataan JK yang sama sekali tidak menyangka bahwa hasil Pemilu seperti ini. Kekecewaan nampak di wajah pak JK, meski dicobanya untuk dikaburkan dengan senyum khasnya. Bisa kita rasakan, ada sesuatu yang tidak beres, tetapi apa itu kami tidak tahu. Untuk itu maka akan coba kita cari tahu.

"Kami sama sekali tidak menyangka suara yang kami dapat sekecil ini ", kata JK.

"Kami sudah habis-habisan bekerja, siang malam".

"Bahkan pak JK ini setiap hari bisa hadiri di lebih dari 10 titik. Di setiap kunujungan sambutan masyarakat begitu antusias", sambung Wiranto yang juga tidak menyangka perolehan suara mereka serendah itu.

Dalam sesi tanya jawab, sebagian menanyakan tentang bagaimana sikap pak JK selanjutnya, ia menyatakan "Saya masih akan meneruskan pekerjaan saya sebagai Wapres, mengusut berbagai kasus pelanggaran Pemilu, setelah itu pulang kampung".

Tanya jawab berlangsung begitu mangharukan. Rikar Bagun, pak
Rosihan Anwar malah agak larut dalam keharuan. Betapa selama ini jarang ada seorang pemimpin begitu egaliter seperti JK.

"pak JK bahkan selalu bersedia melayani pertanyaan di manapun berada. Bahkan seorang JK tak segan-segan menerima telpon2 dari kami termask juga membalas sms-sms kami", kata Rikard Bagun.

"Dalam sejarah setelah Adam Malik, baru JK yang melakukan hal itu.
Tidak peduli dengan birokrasi, kepada para wartawan sangat dekat dan akrab,
seperti dengan sahabatnya", tambah Rosihan.

JK lalu menunjukkan tumpukan dokumen berwarna kuning, yang ternyata berisi semua minutes of meeting seluruh rapat yang dipimpinnya , dari tahun 2004 hingga 2009.
Di situ JK menunjukkan bukti bahwa sebagian besar keputusan pemerintah, ternyata tak lepas dari kerja keras dan keputusan JK.

"Hampir semua kebijakan pemerintah dirapatkan oleh para menteri di bawah koordinasi saya, dimatangkan dan diputuskan di sini (Kantor Wapres-red)", kata JK.

"Mulai dari kebijakan yang strategis seperti pemberian BLT sebagai subsidi kenaikan BBM, kenaikan harga BBM, penurunan harga BBM, kenaikan gaji pegawai negeri, pembagian raskin, rencana Pembangunan Listrik 10 ribu Megawatt, Penetapan status Bencana Nasional pada Tsunami Aceh, Gempa Yogyakarta, hingga penetapan hari libur Ramadhan-pun dilakukan olehnya JK, sebelum kemudian tinggal dibuatkan Kepres dan tinggal diteken oleh Presiden. "Kan tidak ada Kepwapres, yang ada hanya Kepres, maka saya tidak bisa tanda tangan", demikian kata JK dalam berbagai kesempatan.

Itulah dokumen, sebagai kenang-kenangan pak JK dan bukti, apa yang dikerjakan selama ini oleh seorang JK. Sebagai Wapres JK adalah Wapres plus. Kalau biasanya Wapres-wapres sebelumnya adalah sekadar ban serep, tetapi JK, bisa diibaratkan seorang CEO dalam sebuah perusahaan yang justru menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada di pemerintahan.

Maka tak heran kalau Mantan Ketua Muhammadiyah Syafi'i Maarif menjuluki JK sebagai "The Real Presiden"
Bahkan saat penunjukkan personil kabinet, sejak pasangan SBY-JK terpilih pada 2004 lalu, JK memutuskan lebih dari 70 persen dari menteri-menteri yang dipilih.. Ada 3 menteri yang tidak boleh diberikan ke partai, Menteri
Keuangan, Meneg BUMN dan ESDM, kata JK.

Namun banyak orang yang tak mengetahui yang dikerjakan JK selama ini. Dan celakanya, ketika JK menyatakan bahwa dialah yang mengerjakan semua itu, sebagian besar orang mencibirnya "Tak sopan seorang Wapres kok mengklaim keberhasilan pemerintah. Kan itu semua karena putusan Presiden" , sebagaimana yang dinyatakan para pendukung SBY.

Sumber : http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/message/48480

JK yang mereka kenal (1)

Jawaban Habibana Munzir tentang pertanyaan CAPRES.

Saudaraku yg kumuliakan, maaf saya lama tidak online karena di Madinah selama beberapa hari yg lalu, memang diantara dua capres, keduanya muslim, pria, dan keduanya tidak terlalu
banyak berbeda, namun Yusuf Kalla lebih menyolok dalam keperduliannya terhadap Islam, dan beliau selalu hadir di event besar majelis Rasulullah saw tanpa diundang, beliau lihat baliho di jalan lalu langsung perintahkan sekprinya untuk menghubungi sekertariat MR apakah beliau boleh hadir?, maka kita menyambut hangat niat mulia seorang wapres yg demikian itu,

kejadian itu jauh sebelum pemilu, sekitar 2 tahun yg lalu.. dan saya sendiri melihat akhlah mulia beliau dan penghormatannya yg belum pernah saya lihat pejabat apalagi tingkat Ring 1 sampai sedemikian santunnya, beliau makan bersama murid murid saya, anak anak yatim, anak anak papua, makan dari makanan kotak berisi makanan sederhana, duduk bersama kita dg sendok plastik dan aqua plastik, sama rata dg para fuqara, dan terlihat tidak dibuat buat.

beliau tidak suka protokoler, dan beliau menyesuaikan diri dg kita, sebagaimana acara acara kita di Istiqlal, monas yg beberapa kali dihadiri beliau, para paspampres dan sekpri nya mengajukan aturan acara, harus mulai jam sekian, harus selesai jam sekian, wapres sambutan jam sekian..

semua saya tolak, saya katakan kalau beliau mau hadir ikuti acara kami, saya mulai jam sekian, selesai jam sekian, sambutan beliau jam sekian, jika beliau berkenan hadir jam berapa saja silahkan, jika akan meninggalkan majelis maka mesti selepas maulid dan ceramah saya, jika tidak berkenan karena ada skedul lain, maka baiknya hadir di event lainnya.

maka ketika hal itu diajukan pada beliau, beliau malah ikut saja dan setuju, dan beliau datang di awal acara dan keluar saat selesai acara.
maka saya menyenangi beliau..

namun saudaraku, secara fikiran yg bijaksana, tidak mustahil SBY pun demikian, namun karena saya belum mengenalnya dg dekat saja, bisa saja SBY tidak seperti jusuf kalla, tapi bisa saja sama seperti JK, atau mungkin lebih santun lagi, saya tidak bisa mengambil kesimpulan mana yg lebih baik kecuali jika telah jumpa dg keduanya.

maka memang selama ini MR condong pada JK, karena belum mengenal SBY. namun jika Allah menghendaki SBY sebagai presiden kembali, kita doakan saja semoga kebaikannya yg masa lalu tetap terjaga, dan kesalahannya yg masa lalu diperbaiki oleh Allah swt.
dan kita tidak berfihak dg mutlak kpd salah satu, siapapiun yg memimpin negara ini selama ia muslim maka ia pemimpin kita

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

sumber :

http://groups.yahoo.com/group/keluarga-sejahtera/message/6340